Terjemahan

Adit adalah anak tunggal dari seorang pengusaha di Surabaya, Ibunya pun buka usaha butik, karena terlau sibuk mengurus usaha dari masing-masing oarang tuanya tsb, maka intensitas pertemuan Adit dgn ortunya pun sedikit, bahkan pada saat sarapan pagi mereka terkadang langsung pergi, jadi terkadang hanya Adit yang sarapan sendiri. Ada yang bilang sih Adit tu kurang kasih sayang dari kedua ortunya. terkadang dirumahnya yang besar Adit tinggal sendiri, dia hanya ditemani oleh Bi Inah, dan Mang Udin, serta satpam rumahnya. Saking dekatnya Adit sering tidur bersama karena Adit merasa kesepian saat malam tiba. Orang tuanya terkadang pergi pagi pulang sangat larut malam, bahkan kalau terlalu sibuk mereka tidak pulang kerumah.
Beranjak remaja Adit pun sudah mulai mengenal pergaulan yang bebas. Apalagi tempat ia bersekolah, sekolahnya terkenal sebagai sekolah yang elit dan murid2nya terkenal gaul2 gt. Tanpa disadari Adit sudah terlarut jauh dalam pergaulan bebas teman2 sebayanya itu. Seperti merokok, meminum minuman keras, bahkan melakukan seks bebas, dan lambat laun Adit pun terjerumus dalam Narkoba.
Saat itu ortunya belum mengetahui, bahwa Adit seorang pecandu narkoba. Adit sungguh merasa kesepian, dia merasa kurang perhatian dan tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua ortunya. Secara keuangan Adit tidak harus mengeluh, kebutuhan apapun yang ia inginkan dengan cepat ia dapatkan. Tapi secara bathin ia terkadang iri dengan teman2nya yang selalu didampingi orang tuanya kemanapun temannya pergi bahkan pada saat teman2nya itu liburan.
Pernah Adit meminta kepada orangtuanya untuk satu hari saja berlibur bersama, pada saat liburan sekolah. Semula ayahnya menyetujui kehendaknya Adit, Aditpun senangnya bukan kepalang kerena akhirnya dia bisa berlibur bersama dengan ortunya. “Bi, tau gak aku besok liburan loh sama papah & mamah ke Bali, aku senang bgt loh bi” kata Adit kepada Bi Inah di dapur pada saat Bi Inah beres2 dapur. Sahut Bi Inah “wah benaran mas, wah bibi ikutan senang, kalau mas Adit bisa libuaran dengan ibu dan bapak”
Namun keesokan harinya, tiba2 orangtuanya ada urusan yang mendadak dan tdk bisa di tinggalkan, hingga mereka memutuskan untuk membatalkan untuk membatalkan liburan mereka hari itu. “Dit, papah minta maaf yah, sepertinya kita gak jadi hari ini gak bs liburan bersama, karena tiba2 rekan bisnis papah nelpon dan meminta bertemu untuk kelanjutan bisnis papah”. “papah kan udah janji sma aku untuk liburan bersama, gak bisa ditunda kah pah, please untuk aku pah”. Mohon Adit pada papahnya. “gak bisa dit ini proyek besar dan gak mungkin papah tinggalkan” jawab papahnya sambil memegang pundaknya Adit. Karena kecewa adit marah “ah, papah pembohong, aku benci sama papah..” Adit pun lari kekamarnya sambil menangis, dan Ayahnya pun langsung meninggalkan rumah dan bergegas untuk pergi kekantornya.
Bi Inah yang melihat adit menangis merasa kasihan dengan Adit, dan dengan inisiatifnya Bi Inah pun mendatangi kamar Adit, “Mas, buka donk pintunya, Bibi bawa makanan nih”,. Namun karena Adit begitu kecewa sampai2 Bi Inah pun tidak dibukakan pintu oleh Adit. Adit hanya mengurung diri di kamarnya, dia sungguh sedih, dia sungguh kecewa dengan ortunya, bagaimana tidak, tidak satupun dari orangtuanya yang menyempatkan waktunya untuk dapat berlibur seperti dengan teman2nya, mereka hanya sibuk untuk mencari uang, tanpa memikirkan Adit yang butuh kasih sayang dari orangtuanya, yang belum ia dapat dari masa kecilnya.
Setelah kejadian itu Adit mulai lebih sering keluar rumah, dia suka menginap dirumah temannya, untuk mencari ketenangan dia lebih senang berkumpul dengan teman2nya dari pada dirumahnya. Malam ini dia pergi kerumah temanya Rico, dan ternyata mereka sedang pesta narkoba di rumahnya Rico, Adit yang saat itu lagi galau pun ingin mencoba apa yang ditawarkan Rico padanya, yang kata teman2nya dapat menghilangkan stress di kepala. Dan memang benar aja, Adit merasa malam itu seperti dunia milik dia sendiri, dia melupakan sejenak apa yang terjadi dan rasa kecewanya dengan Ayahnya, dengan pesta narkoba.
Sampai 2 tahun berjalan, orangtuanya Adit belum sadar bahwa Adit saat ini adalah pecandu narkoba, lagi2 karena kesibukan mereka, hingga mereka tidak tahu ap yang dilakukan anak mereka selama ini. Aditpun makin menggila, yang awalnya dia hanya pemakai yang pasif diapun kini menjadi pemakai yang aktif, dan udah mulai beli sendiri narkoba. Sampai suatu saat Adit ditemukan OD di dalam kamarnya, setelah pengumuman kelulusan sekolah, Adit dan teman2nya merayakannya dengan pesta narkoba. Namun tak sampai disitu, Adit melanjutkan memakai narkoba dirumahnya hingga Adit OD.
Adit ditemukan oleh Bi Inah, yang ingin mengantarkan makan malamnya, namun saat diketok2 pintunya tak seperti biasanya Adit tidak membuka pintu kamarnya, karena khawatir Bi Inah pun memanggil Mang udin “mang… mang udin…!!!” teriak Bi inah. “apa sih bi, teriak2 kayak monyet aja” sahut Mang udin sembari mendatangi bi inah. “monyet2 kamu itu yang monyet, ini aku bingung kok mas adit gak buka kamar, kamu dobrak aja pintu kamarnya, aku ada firasat buruk ini”. “oke aku panggil mang Oding dulu”. Kata mang udin sambil memanggil mang Oding. Dan merekapun mulai mendobrak pintu kamar Adit, dan betapa terkejutnya mereka melihat Adit tergeletak di kasurnya dengan mulut yang berbusa dan juga di temukan alat2 untuk memakai narkoba.
Dengan sigap Bi Inah dan Mang udin serta Mang oding membawa Adit ke rumah sakit yang tak jauh dari perumahan tempat tinggal Adit dan Adit langsung di tangani oleh dokter jaga dan langsung di bawa ke UGD. Bi inah pun menelpon mamahnya Adit, sambil menangis Bi inah memberitahukan kalau adit di rumah sakit, terkejut mendengar Adit masuk rumah sakit, mamahnya pun langsung memelpon ayahnya Adit dan langsung menuju rumah sakit, dan sesampai di rumah sakit Bi inahpun menceritakan kronologi yang terjadi dengan Adit, dan selang waktunya ayahnya pun juga menyusul datang.
Pada saat dokter keluar, mereka menanyakan bagaimana kondisi Adit, Dokter berkata “Adit tidak apa2, untung saja Adit cepat di bawa ke rumah sakit, kalau gak Adit bisa meniggal kalau tidak cepat di tangani, Adit OD karena dia kelebihan dalam komsumsi putau”. Mendengar penjelasan dokter betapa terkejutnya orangtua Adit, mereka akhirnya sadar bahwa selama ini mereka kurang perhatian terhadap Adit, sehingga Adit mencari perhatian lewat narkoba. Dan akhirnya Adit di rehabilitasi dan ortunya pun memberi perhatian ekstra terhadap Adit, mereka kini mulai mengurangi aktivitas mereka, mereka mulai lebih sering dirumah.
Karena mereka malu dan akhirnya Adit dan keluarga pindah di Balikpapan, namun hanya 6 bulan saja Adit merasakan kasih sayang dari orangtuanya, setelah itu kedua ortunya kembali sibuk dengan urusan mereka masing2. Sampai pada akhirnya Adit kuliah di Samarinda, kenakalan Adit pun semakin menjadi sejak Adit berkuliah, dia bersama teman2 kampusnya sering menghabiskan malam di diskotik. dan lagi2 karena kesibukan orangtuanya, sehingga mereka tidak tau apa yang di lakukan Adit pada malam hari di Samarinda, jadi saat Adit kehabisan uang dengan enak Adit meminta uang ke ortunya dan ortunya pun mengabulkan.
Namun pada akhirnya bisnis orangtuanya Adit mengalami kemerosotan sehingga keuangan keluarga Adit pun mulai mengalami pasang surut. Akhirnya teman2 kampusnya yang dulu sering dekat denagan Adit seiring waktu mulai meninggalkan Adit, karena menurut mereka Adit sudah tidak bisa diandalkan mereka untuk mentraktir mereka hangout di diskotik, ya memang selama ini Adit yang lebih banyak mentraktir mereka untuk dugem di diskotik. Adit yang merasa dijauhkan oleh teman2nya pun kecewa berat pada mereka karena mereka Cuma ada pada saat Adit senang aja, sedang disaat Adit susah mereka tidak tau menau, ternyata juga Adit sadar mereka hanya memanfaatkan uang Adit makanya mereka mau berteman dengan Adit, setelah Adit mulai kekurangan mereka mulai menjauh.
Dan Aditpun mulai menyendiri, kalau udah selesai kuliah dia langsung pulang kekostnya tidak seperti dulu, biasanya dia setelah selesai kuliah dia menghabiskan waktunya dengan teman2nya di kampus. Sampai pada akhirnya Adit berkenalan dengan Randy via FB. Selang mereka berkenalan, mereka pun mulai klop dan menjadi 2 orang sahabat, meski mereka beda kampus dan beda kost namun mereka sering jalan bersama, menghabiskan waktu liburan bersama, namun Randy memang berbeda dengan teman2 Adit sebelumnya, jika teman2 Adit sebelumnya sering mengajak Adit untuk dugem di diskotik, Randy sangat jauh berbeda, Randy sering mengajak Adit untuk ke Tepian.” aku seringnya nongkrong disini Dit, Samarinda kan gak ada laut, jadi sebagai gantinya biarlah tepian tempat aku bersantai, coba deh kamu rasakan betapa damainya disini”. Kata Randy pada Adit. “betul Ran disini sungguh membuat hati terasa damai “, sahut Adit.
Dan merekapun saling menceritakan pengalaman hidup masing2, Randy yang mendengar cerita Adit merasa kasihan pada Adit, ternyata uang tak cukup untuk membeli kebahagian, dan sepatutnya kita bersyukur dengan apa yang di beri Tuhan pada kita. Randy pun mengajak Adit ke kost sahabatnya dari SMA yang memang kostnya tidak jauh dari tepian, namanya adalah Edward. Dan kini merekapun sudah menjadi 3 orang sahabat. Namun intensitas pertemuan mereka dengan Edward sangat sedikit, karena Edward saat itu lagi sibuk banyak tugas kuliah, namun tak mengurangi nilai persahabatn mereka, Adit dan Randy yang mengalah mereka lebih sering berkunjung ke kost Edward untuk memberikan semangat pada Edward, agar dapat menyelesaikan tugasnya dengan tepat waktu.
Libur semester genappun tiba, biasanya liburan semester genap berlangsung lebih lama yakni 2 bulan dan dengan waktu yang cukup panjang itu Randy memanfaatkan untuk pulang liburan ke kampung halamannya yang lumayan jauh dari kota Samarinda. Hal itu membuat Adit mersa sedih, dia harus berpisah dengan sahabatnya itu walau hanya 2 bulan, namun Randy mencoba memberikan penghiburan pada Adit, dia berjanji akan balik dengan segera mungkin, dia meyakinkan Adit bahwa dia pasti akan kangen sekali dengan sahabatnya itu.
Aditpun dengan terpaksa harus membiarkan Randy untuk pulkam, dia juga pasti kangen banget ama orang tuanya yang memang lama tidak bertemu, bisik Adit dalam hati” kalau aku melarang dia pergi, berarti aku menghancurkan kebahagiaan temanku sendiri, toh nanti dia juga balik lagi ke Samarinda”. Besok Randy akan berangkat, maka malamnya Adit bantu Randy untuk mempersiapkan apa yang akan di bawa Randy untuk pulkam, betapa sibuknya Adit mempersiapkannya sampai2 Randy berkata “koq kamu yang sibuk banget Dit, kan aku yang pulkam”. Sahut Adit “hush, gak usah banyak kecoh, aku kan temanmu jadi kau sibuk, akupun juga harus sibuk”. “iya2 pak bos, aku nurut ajalah ntar aku dipecat jadi sahabatmu”. Senyum tipis Randy pada Adit.
Tiba saatnya mereka berpisah, Aditpun mengantarkan Randy sampai bandara Balikpapan, sekalian Adit pulang kerumahnya di Balikpapan juga. Randy pun mulai di panggil untuk menuju kepesawatnya yang sebentar lagi akan terbang, dengan meneteskan air mata Adit meminta “cepat kembali, dan jangan lupa ama aku ya”. Randy pun juga sempat meneteskan air matanya saat menuju ke pesawat, dia selalu melihat kearah belakang melihat Adit yang melihatnya di dinding kaca bandara, dan akirnya pesawat Randy pun tinggal landas, Adit pun pulang menuju rumahnya.
Walau terpisah mereka tetap saling berkomunikasi. Randy pun bercerita kalau saat ini dia sedang menjalin hubungan pacaran dengan cewek Samarinda. Respon Adit pun bahagia, ternyata sahabatnya kini udah punya pacar, namu dalam hatinya dia takut kalau Randy punya pacar intensiitas persabatan mereka pun bakal berkurang, namun dalam hati Adit berkata “apalah dayaku, itu hak Randy, dia punya hak untuk memiliki pacar”. Adit pun berkata pada Randy “kalau memang itu pilihanmu ran, aku dukung koq, yang penting kamu bahagia, aku juga sebagai sahabatmu pasti juga ikut berbahagia”.
Dua bulan telah berlau, tiba saatnya ajaran barupun dimulai, dan Aditpun harus kembali ke Samarinda begitu juga dengan Randy. Dan apa yang ditakutkan Adit pun terjadi, intensitas pertemuan mereka pun sampai saat ini tidak pernah, Randy selau sibuk pacaran dengan pacar barunya, sehingga pada saat Adit mengajak Randy untuk ngumpul kayak dulu, sekarang agak susah dilakukan.
Suatu malam Adit di sms oleh Randy, yang isinya adalah Randy mengajak Adit untuk ketemu di tepian tempat biasa mereka nongkrong, dan Aditpun mengiyakan permintaan Randy itu, Adit sangat senang akhirnya Randy bisa diajak ketemuan lagi. Keesokan harinya Aditpun datang lebih awal agar Randy tidak kecewa, dan Adit menunggu dikursi tempat biasa mereka nongkrong. Namun 2 jam sudah Adit menunggu tapi Randy gak kunjung datang, karena terlalu lama Adit pun menelpon Randy, dan betapa kecewanya Adit sebab Randy membatalkan janjinya untuk ketemu Adit hanya karena ceweknya yang ngajak Randy jalan. karena begitu kecewa Adit pun langsung menutup telponnya dan Adit hanya berkata “kamu udah banyak berubah Ran”.
Namun Adit tidak langsung pulang, Adit ingin menenangkan dirinya dulu, sambil menatap foto box mereka yang Adit bawa, Adit pun meneteskan air matanya kerena begitu kecewa banget dengan Randy. Hingga hujan turun dengan derasnya, Adit belum mau juga beranjak dari kursi dimana tempat dia dan Randy biasa santai. Tanpa disengaja dalam waktu yang bersamaan, Edward datang dan berteduh didekat bangku Adit, Edward pada saat itu ingin pulang dari toko service laptop, dan ketika Edward menatap kearah bangku Adit, dia melihat orang yang duduk hujan2nan dan sepertinya Edward kenal orang itu, bisik Edward dalam hatinya.
Dan Edward pun menghampiri orang itu dan ternyata adalah Adit, Edwarpun menegurnya “Dit, ngapain kamu hujan2 “. Adit yang dihampiri oleh Edward langsung terkejut dan buru2 menyembunyikan foto box nya bersama Randy. “gak, tadi aku nungguuuu…”, kata Adit terhenti dan Edwarpun mengajak Adit untuk berteduh. “udah kamu berteduh dulu sama aku, ntar kamu sakit lagi hujan2 gini”. Dan Aditpun ikut berteduh dengan Edward. “oh ya, tadi kamu nunggu siapa Dit..???”. Tanya Edward yang penasaran nunggu siapa sih Adit koq sampai hujan2 gtu. Jawab Adit “gak tadi aku nunggu sesorang, ada aja”. “ya udah kalau rahasia gak apa lah, ohya kamu kan basah kuyup kayak gini kamu kekostku aja yah, kamu ganti pakai bajuku dulu baru kamu pulang” pinta Edward pada Adit. Karena Adit memang kedinginan sekali diapun mengiyakan permintaan Edward, dan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kost Edward.
Sampai di kost Edward pun meminta Adit untuk mangganti pakaiannya dan menjemurnya di teras kostnya Edward. Karena penasaran Edward kembali bertanya pada Adit siapa sih yang ditunggu Adit koq sampai Adit hujan2 gitu, namun lagi2 Adit tidak mau membari tau siapa yang ia tunggu, Adit gak mau Edward tau bahwa ia lagi nuggu Randy. Namun Edward tidak mau memaksa tapi Edward hanya berkata “kalau saja aku tau siapa yang kamu tungguin akan ku datangi orangnya itu, bodoh sekali dia gak tau kamu sampai kayak gini hujan2 untuk nunggu orang itu”. Malam pun tiba Edward melihat Adit sepertinya demam, Adit menggigil kedinginan, dan Edwardpun memegang dahi Adit dan ternyata panas banget, melihat kondisi Adit, Edward pun meminta Adit untuk tetap tinggal dan tidur di tempatnya. Karena lemas Adit pun mengiyakan dan Aditpun tidur di kostnya Edward.
Keesokanya Edward memasakkan bubur untuk Adit, dan ketika Adit bangun tidur betapa terkejutnya dia ada semangkuk bubur dan segelas teh. “kalu orang sakit itu, makanya harus bubur biar cepat sembuh”. Kata Edward sambil menyuapkan bubur ke Adit. dan Adit pun menghabiskan buburnya kemudian dia kembali untuk beristirahat. Pada saat Adit beristirahat Edward yang penasaran siapa yang Adit tunggu mulai teringat kalau pada saat dia menghampiri Adit dia melihat Adit menyembunyikan sesuatu di saku jaketnya, dan Edward pun memeriksa jaetnya Adit, dan betapa terkejutnya Edward ternyata yang di tunggu Adit adalah Randy, dan tanpa menunggu lama Edward langsung menelpon randy, dan marah2 pada Randy. Namun Randy pun balik marah pada Adit kenapa dia sampai ngomong ke Edward dan Randypun menelpon Adit, namun karena istirahat Adit tidak mendengar hapenya berbunyi malah Edward yang mengangkat hpnya. Namun betapa terkejutnya Randy ternyata Edward yang angkat hpnya, bingung di pikir Randy “koq kamu Ed yang angkat hapnya Adit, Aditnya mana..?” Tanya Randy. Jawab Edward “Aditnya di kostku, dia sedang sakit karena kemarin habis kehujanan gara2 nungguin kamu…”. dan tanpa menunggu lama Randypun datang ke kostnya Edward, dan tanpa basa-basi Randypun marah2 pada Adit, adit yang melihat Randy marah2 padanya bingung kenapa dia bisa marah2 kaya gini, dan tanpa mau mendengarkan penjelasannya Adit, Randypun langsung meninggalkan kost Edward dan menuju ke motornya.
Dan pada saat Adit ingin mengejar Randy, tiba2 Adit di tabrak mobil dan Aditpun tergeletak bersimbah darah, Randy yang melihat Adit ditabrak langsung berlari menuju Adit, begitu pun juga dengan Edward, dia langsung berlari menuju Adit. Sedangkan mobil yang nabrak Aditpun kabur meninggalkan TKP yang memang sepi saat itu. Edwardpun menyarankan untuk cepat Adit dibawa ke rumah sakit, namun Adit yang saat itu udah tidak kuat melarang Randy untuk mengangkatnya untuk di bawa ke rumah sakit, Adit hanya berkata “gak usah Ran, aku udah gak kuat juga, hanya satu pesanku kalian harus tetap bersahabat ya.., Edward makasih yah selama ini, maaf aku telah merepotkanmu” jawab Edward “gak Dit, kamu kan temanku dan ini kulakukan dengan ikhlas kamu harus kuat Dit, kita bawa ke rumah sakit yah..?”. namun jawab Adit “gak usah gin, Ran kekasih itu memang penting bagimu untuk menjadi pendamping hidupmu kelak, namun jangan pernah kamu melupakan sahabatmu hanya karena kekasihmu, terkadang kesetiaan sahabat lebih besar dari pada kesetiaan kekasih”. Setelah mengucapkan kalimat itu Aditpun menghembuskan nafas terakhir di pangkuan Randy sahabatnya.
Jenazah Aditpun di bawa ke Balikpapan dan dimakamkan di Balikpapan, Randy dan Edward pun mengikuti prosesi pemakaman dari awal hingga akhir, namun karena begitu sedih Randy enggan meninggalkan pemakaman padahal seluruh pelayat udah pulang, Randy sungguh sangat menyesal, telah membuat Adit kecewa. Namun Edward menenangkan Randy dan mengajak Randy untuk pulang, dan merekapun meninggalkan pemakaman itu.
Selang berapa minggu dari meninggalnya Adit, Randy mengetahui bahwa pacarnya itu playgirl, dia hanya mau pacaran dengan Randy Karena uangnya Randy saja tanpa memiliki rasa cinta sedikitpun, Randy yang marah dan langsung memutuskan hubungannya dengan pacarnya. Dan akhirnya Randy menyesali dengan apa yan g terjadi, “aku sempat melupakan Adit yang ternyata sangat rindu ingin bertemu dengan aku, sampai2 dia rela hujan2nan untuk nungguin aku, tapi oleh karena cewek kurang ajar itu aku membatalkan janjiku padanya, aku sangat menyesal Ed, aku telah membuat Adit kecewa..” jawab Edward “udah Ran, itu sudah terjadi dan gak bisa di ulangi lagi, itu jadi bahan pembelajaran, jangan lagi kau melupakan sahabatmu hanya karena kau punya kekasih, sahabat lebih tau siapa dirimu”.
Mereka berdua pun menjalani hari2 seperti biasa tanpa kehadiran Adit tentunya, dan mereka kini lagi serius2nya untuk menyelesaikan skripsi masing2, yah dari kejadian waktu itu Randy tidak mau pacaran dia hanya focus pada kuliahnya saja. Dan tiba waktunya mereka di wisuda, mereka berdua pun lulus kuliah dengan hasil yang terbaik. “andai saja Adit saat ini sama2 kita dan kita bertiga diwisuda bersama2 pasti akan lain lagi rasanya, tapi..”. jawab Edward “Adit sama2 koq dengan kita saat ini, dia turut merasakan kebahagiaan di surga aku yakin itu”. PASTIIIIIIIIIIIIIIII…
Dan setelah lulus kuliah ini, mereka memutuskan untuk pulkam ke kampung halaman mereka, dan memang Randy dan Edward rumahnya dekatan. Dan sebelum mereka meninggalkan semua mereka memutuskan untuk berkunjung ke makam Adit, untuk memberikan bunga dan menceritakan ke Adit bahwa mereka udah lulus. Selain itu mereka juga ingin berpamitan dengan orangtua Adit. Setelah itu mereka menuju ke bandara dan mereka kembali ke kampong halaman mereka dengan membawa semua kenangan indah bersama Adit. Dan sampai saat ini mereka tetap bersahabat dan tentunya tidak melupakan Adit yang telah mengajarkan pada mereka tentang arti seorang sahabat dan persahabatan.

sumber : http://cerpenmu.com/

1 komentar :

Diberdayakan oleh Blogger.